TAKAPAN PUTRI RENGGANIS: OLEH PEMAOS BAPAK LALU PATHUL RIDWAN
 |
| naskah /Takapam Rengganis |
Perkenalkan nama saya Rilly Yanti Agusalim, kalian bisa memangil saya Rilly. Hai untuk kalian yang telah mampir ke blok ini selamat datang dan salamt belajar hal yang menarik. Kenapa menarik? Mugkin kalian akan bertanya seperti itu padahal belajar itu membosankan untuk generasi milenial seperti kita. Tapi di sisni saya jamin kalian akan sangat tertarik dengan pengalam yang akan saya ceritaka, ini tentang bagaimana saya mendapatkan nakskah kuno.
Saya adalah Mahasiswa di sebuah Universitas Negeri yang bergengsi di NtB dan saya sedang menempuh pendidikan S1 semester lima. Awal mula kenapa saya mulain tertarik dengan cerita sejarah adalah saat kelas saya di berikan tugas oleh Dosen pengampu matakuliah Filologi untuk mencari naskah kuno serta benda pusaka yang ada di lombok yang kental akan budayanya. Saya kesulitan dalam mencari naskah kuno ini apa lagi saya adalah pendatang (perantau) tentu saja saya tidak tau tempat atau orang yang menjadi sumber untuk mendapatkan naska kuno, hal ini sangat menyulitkan saya. Dua sampai tigar hari kemudian saya mendapati grup wattsap saya sedang membahas tentang bagai mana mencari naskah kuno, teman-teman saya dari lombok mulai membahas siapa saja yang ingin ikut untuk mencari naskah kuno bersama, jelas saya tidak meyiakan kesempatan ini saya langsung bergabung dengan teman-teman saya yang berasal dari lombok untuk mencari naskah kuno.
Pada hari Sabtu, 19/10/2019 kami mulai perjalanan kami pada pikul 07:00, menuju Lombok Tengah tepatnya ke rumah teman kami Nani yang mengenal seseorang pengiat naskah kuno, saat perjalan tidak ada yang tau rumah Nani dimana patokan kami hanya ada pada petunjuk jalan yang ada pada hp masing- masing, sampai di pertigaan kami berhenti untuk mengamati petunjuk jalan sampai salah satu teman kami mempin dan bilang “udah lurus aja ayaok” kami pun lurus tapi semakin lurus kami mulai dekat dengan bandara internasional lombok dari pada rumah teman kami, dan saya yakin saat itu kami sedang tersesat, saya frutasi udah panas kesasar pula, teman-teman saya mulai kebingunngan, kami sesaat berpikirr sejenak ternyata teman saya Yuli sadar bahwa kami mengamati petunjuk jalan secara kebalik, dalam hati saya “pantas saja ke sasar ini mah”. Kami semua berbalik dan melanjutkan perjalan dengan petunjuk arah yang benar. Saya sekarang baru tahu bahwa rumah Nani adalah rumah terjauh yang pernah saya datangi, jalanya berlikaliku dan penuh tanjakan.
Setelah kami menjemput Nani kami lansung menuju rumah dari orang yang mengiati naskah kuno ini tepatnya di Dusun Monte, Desa Durian Kec. Janaprie Lombok Tengah. Kami di sambut hangat dan di suguhkan teh oleh Bapak Lalu Pathul Ridwan. Beliau merupakan salah satu pengiat naskah kuno yang berasal di Lombok Tengah, Bapak Pathu ini lahir di Lombok Tengah pada Tgl 15 november 1966, beliau berumu 53 thun beliau juga tingal di Dusun Monte, Desa Durian Kec. Janaprie Lombok Tengah. Bapak Phatul ini mempunyai kegemaran dalam membaca naskah kuno, membaca buku filsafat dan sastra, pekerjaan dari Bapak Pathul yaitu mengajar. Beliau mengiati naskah kuno pada tahun 1985. saya merasa beda sekali dengan saya yang jarang sekali baca buku malah Bapak Phatul mulai membaca naskah kuno Tembak Pacapat pada kelsa 3 SMA itupun hurufnya merupakan huruf jawa di tahun 1998 Beliau mulai mengoleksi serta mencari referensi dari naskah-naskah kuno. Beliau bergabung dalam komunias yang bernama peguyuban pemaos (pembaca naskah kuno) untuk menambah pengetahuanya dalam naskah kuno.
 |
| Bapak Lalu pathul Ridwan |
Bapak pathul menujukan salah satu naskah kuno yang di miliknya pada kami yang terbuat dari daun lontar yang di ukir mengunakan pisau kecil bernama (bajê), bapak Pathul mengatakan isi dari naskah kuno ini adalah bercerita tentang Putri Renganis di mana kreng adalah roh atau nyawa sedangkan ngganis merupakan perwatakan baik dan manis, apa bila di artikan dalam ceritanya putri rengrenganis adalah putri raja yang manis yang dalam kehidupan sehari-hari bila di lihat, dan berperilaku baik di dunia maupun di akhirat. Naskah ini terdiri dari prosa dan prosa rilis dalam bentuk gurindam berupa puisi yang terdiri dari tiga sampai epat bait dalam satu lembar daun lontar. Takapan renganis ini sudah ada pada jaman jepang yaitu pada thun 1939-1940, yang di perkirakan sudah berumur 70 thun.
 |
| Takapan Putri Rengganis |
 |
| Takapn Putri Rengganis |
Kami di ajarakan bagaimana cara membaca naskah kuno, bapak pathul magambil air dan membasuh naskah kuno yang dimikinya supayah tulisan-tulisan yang ada pada nakah kuno lebih jelask dan gampang untuk di baca. Ada banyak naskah kuno yang di kejelaskan bpk pathul antara lain Takapan Asmarandane, Takapan Seratmenat dan Takapan Monyeh dalam nakah kuno ada berbagai pembagian satrata-satrata tersendiri tebagi berdasarkan kehidupan sosial dari masyarakat, dibagi berdasarkan strata dari keturunan pemimpin/raja kaum istana di sebut dengan golongan utama kemudian arti dari raja itu sediri Datuk di sebut dengan golongan Madiah kemudia rakyat atau masyarakat jelata di sebut dengan kaum biasa yang dulunya di sebut dengan kaum Nista. Beliau menceritakan bahwa tidak semua naskah bisa di baca secara langsung ada beberapa naskah kuno yang untuk membukanya harus dengan ritual- ritual khusus kegiatan ini biasa dilakukan pada bulan-bulan keagamaan, beliau berkatan ada kepercaan yang melekat pada masyarakat apabila tidak takapan-takapan tertentu itu tidak di buka mengunakan ritual resikonya nanti saat membaca naskah tesebut peraos yang di suruh untuk memaca bisa saja tidak bisa membaca naskah tersebut. Beliau menceritaka bagai mana takapan- takapan ini beperoeleh dan di rawat oleh komunitas muda serta mengajari kami bagai mana cara melestarikan budaya dan pelajaran moral dengan cerita-cerita dari nakah kuno itu sendiri.
 |
| Proses pengenalan naskah kuno |
 |
| proses pemcacan naskah kuno |
Nah itu dia cerita dari perjalanan saya untuk mendapatkan informasi dari pengiat naska kuno banyak yang saya pelari salah satunya yang paling penting Bapak Pathul saja dari SMA sudah bayak belajar tentang kebudayanya, dan saya tidak boleh kalah denga itu. Oh yah trimakasih sudah membaca semoga ini bermanfaat buat kalian dalam mepelajari salah satu budaya indonesia yang bagus.....